Menghitung Biaya, Inilah Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perencanaan Bangun Rumah

Memiliki rumah sendiri tentu saja sebuah impian yang diinginkan oleh semua orang. Ada dua cara mendapatkan rumah sendiri yang bisa anda lakukan, yaitu dengan cara membeli rumah jadi, atau membangun rumah sendiri. Keduanya tentu saja membutuhkan budget yang tidak sedikit, sehingga diperlukan pertimbangan yang baik. Jika kondisi finansial rumah tangga belum memadai, maka ada baiknya jika anda memilih untuk mengajukan pinjaman kepada bank atau mengambil KPR. Rencanakan hal ini dengan menghitung pengeluaran secara terperinci dengan menghitung biaya bangun rumah.

Namun bagi anda yang ingin membangun rumah, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, seperti pasa saja pos pengeluaran yang mesti dianggarkan dan pastikan anda memiliki desain dan mengetahui cara membaca gambar kerja.

  1. Hitung Luas Lahan Terlebih Dahulu

Sebelum menghitung anggaran biaya membangun rumah, hal pertama yang harus anda lakukan adalah menghitung luas lahan. Jangan pernah menganggap hal ini sebagai hal yang sepele karena hal ini sangat penting untuk menghitung biaya bangun rumah. Meskipun anda sudah mengetahui ukuran panjang dan lebar dari penjual, namun tetap saja pengukuran ulang harus dilakukan, apalagi jika tanah berada di area padat penduduk. Jika pengukuran lahan tidak akurat dan tidak dilakukan pengukuran ulang, maka pembuatan desain dan gambar kerja juga tidak akan akurat sehingga berakibat fatal.

Anda bisa mencoba mengukurnya sendiri dengan menggunakan alat – alat seperti benang ukur, roll meter, theodolite dan sebagainya, atau meminta jasa tukang yang sudah keluarga anda percayai

  1. Hitung Biaya Desain Untuk Panduan Biaya

Saat ini, memang banyak yang belum menggunakan jasa arsitek dan arsitek interior dalam membangun rumah karena memang biaya pengeluarannya akan lebih besar, namun terdapat banyak sekali manfaat menggunakan jasa arsitek ini, seperti terhindar dari kesalahan konstruksi, membantu membuat Rencana Anggaran Biaya, dan memberikan nasihat.

Meskipun akan menambah biaya pengeluaran, namun dengan menggunakan jasa arsitek, justru biaya pengeluaran akan ditekan karena sudah disebutkan tadi, jika kontraktor dan arsitek berpedoman pada RAB, maka tidak akan ada biaya yang keluar sia – sia.

Tarif jasa desain rumah pada arsitek tentu saja bermacam – macam karena ditentukan oleh permeter bangunan dan berdasarkan persentase RAB, dan tentu saja arsitek yang berpengalaman memiliki tarif yang lebih tinggi

  1. Menyusun Daftar Material Bangunan

Setelah desain rumah sudah siap, hal selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah membuat daftar material bahan bangunan. Tiap rumah tentu saja memiliki material jenis yang sama, namun tentu saja volume nya berbeda karena harus disesuaikan dengan luas lahan dan desain rumah nya.

Beberapa material yang biasanya adalah:

Batu kali untuk pondasi dengan harga 150 hingga 200 ribu per meter kubik

Semen dengan harga rata – rata 50 hingga 60 ribu per kilo

Pasir dengan harga 185 hingga 250 ribu per meter kubik

Gamping yang digunakan untuk menghemat semen dengan harga 1350 rupiah per kilo nya

Besi beton (kolom, ring balok, sloof pondasi, dsb) dengan harga 15 hingga 100 ribu disesuaikan dengan lebar penampangnya

Kerangka dinding baja dengan harga 60 ribu per batang

Batu kerikil dengan harga 250 ribu per meter kubik

Batu bata merah dengan harga 725 hingga 900 rupiah per biji nya

Kayu (rangka atap, kasau, reng genteng, galar) dengan harga 15 hingga 1 juta 600 ribu rupiah disesuaikan dengan kegunaan dan jenisnya.

Rangka atap baja ringan dengan harga 120 ribu per meter.

Genteng (keramik, tanah liat, beton, metal dsb) dengan harga 8 ribu hingga 175 ribu sesuai dengan jenisnya.

Kusen (kayu, aluminium, upvc) dengan harga 67 ribu bahkan hingga 5 juta untuk kusen jati sesuai jenisnya.

Pintu dan jendela juga berbagai perlengkapan kamar mandi.

Banyaknya material dan biaya yang disiapkan tentu saja mengharuskan anda untuk melakukan survey harga ke toko bangunan. Ada baiknya ketika membuat desain dengan arsitektur ada juga orang dari toko bangunan yang akan memberitahu anda harga tiap materialnya sehingga anggaran biaya menjadi lebih jelas dan terencana.

  1. Menghitung Biaya Pekerja

Hal selanjutnya yang harus anda perhatikan adalah biaya upah pada para pekerja. Tiap kota tentu saja memiliki biaya hidup yang berbeda – beda. Selain itu keterampilan pekerja dan jenis pekerjaan yang dilakukan pun tentu harus dipikirkan dalam pemberian upah, baik itu penggalian tanah untuk pondasi, pemasangan batu bata, plafon, rangka atap, kusen, instalasi dan lain sebagainya harus ada tarifnya.

Terdapat tiga sistem pengupahan tenaga kerja yang biasa digunakan ketika proyek membangun rumah, yang pertama adalah upah harian, upah borongan jasa dan upah borongan penuh. Biasanya upah harian dalam membangun rumah dihargai sebesar 100 hingga 150 ribu rupiah per harinya. Setelah itu upah borongan biasanya dihitung berdasarkan luas rumah yang akan dibangun dan mencapai 600 hingga 800 per meter persegi. Selain itu, biasanya kontraktor juga menawarkan system borongan penuh jika pemilik rumah tidak mau bolak – balik untuk membeli material bahan bangunan. Biasanya, upah borongan penuh memiliki tarif sebesar 3 juta hingga 5 juta rupiah per meter perseginya, tentu saja pemilihan kontraktor harus benar – benar yang sudah terpercaya dan dikenal kejujurannya, karena banyak juga kontraktor curang yang menggunakan material berkualitas rendah dengan harga yang tinggi.

  1. Hitungan Final Dalam Biaya Membangun Rumah

Setelah anda mendapatkan angka bulat dari pos biaya desain rumah, biaya pekerja, biaya belanja material bangunan, maka hasilnya dijumlahkan dan itulah biaya yang harus anda siapkan untuk membangun rumah. Meskipun anda sudah berkonsultasi dengan arsitek dan sudah ada rencana anggaran biaya, namun tentu saja harus ada hitungan kasar biaya sebelum berkonsultasi.

Memang dalam perincian nya, membangun rumah tentu sangat mahal. Anda perlu menyiapkan budget yang tinggi dalam membangun rumah. Namun, sangat disarankan bagi anda untuk membuat desain rumah menjadi lebih minimalis jika anda rasa biaya pembangunan rumah terlalu mahal. Tekankan hal ini pada arsitektur agar mereka mengetahui situasi yang sedang dialami pemilik lahan. Jadi, berapa biaya umum hasil dari menghitung biaya bangun rumah minimalis?. Biasanya biaya pembangunan rumah minimalis bisa mencapai 300 hingga 400 juta dan tentu saja harga nya akan meningkat jika material yang dipilih berkualitas dan ada tambahan – tambahan lainnya. Atau jika anda tidak mau menunggu dan langsung jadi, maka lebih baik beli saja rumah yang sudah siap pakai di perumahan atau regency yang terpercaya dan memiliki desain rumah yang bagus, jika anda sudah memiliki budget yang cukup, maka anda bisa menggunakan jasa renovasi rumah dengan biaya murah yang saat ini sudah banyak yang terpercaya. Yang jelas, bisa dibilang yang namanya membeli rumah atau membangun rumah sama saja dengan mencari jodoh, jadi pikirkan dengan benar dan rencanakan dengan baik, apakah anda ingin membeli rumah? Atau membangun rumah?.